Bermain di Children Book’s Museum

Karena masih musim dingin, maka kami masih menyambangi museum-museum untuk hiburan keluarga di akhir pekan. Kali ini kami ke Children Book’s Museum (Kinderboekenmuseum dalam bahasa Belanda). Intinya museum ini seperti diorama, dimana anak-anak ‘bertemu’ tokoh-tokoh dan ‘masuk’ dalam cerita yang mereka biasa baca di buku. Oleh sebab itu, lokasinya pun di dalam gedung Perpustakaan Nasional Belanda di Den Haag.

Anak kami, Martin, langsung terkembang senyumnya ketika melihat ruangan penuh gambar lucu dengan berbagai permainan sederhana di dalamnya. Bisa main petak umpet, mengendarai truk brandweer, memancing ikan, dan juga sekedar merangkak dan berlari dari 1 ruangan ke ruangan lain.

Ini di area untuk anak usia di bawah 6 tahun. Menurut saya, mereka tidak perlu familiar lebih dulu dengan buku anak-anak yang diangkat dalam museum ini. Mereka pasti bahagia dengan suasana yang disajikan museum ini.

Dari serial buku Kikker (“Kodok”)

Semua tokoh dalam buku-buku anak di Belanda sedang makan bersama
Martin main petak umpet di serial kucing Dikkie Dik (“Tommy Tom” dalam bahasa Inggris)
Belajar mengenal Warna
Belajar metamorfosis dari ulat bulu hingga menjadi kupu-kupu

Ada juga area untuk anak di atas 6 tahun. Untuk menikmati area ini, anak Anda harus fasih bahasa Belanda dan kalau bisa sudah familiar dengan buku-buku yang diperagakan secara nyata di museum ini. Sebabnya, disini banyak pojok santai dimana anak besar dan remaja bisa mendengarkan buku audio di tengah atmosfir yang dibangun oleh cerita dalam buku tersebut.

“Air terjun Kata-kata”
Dinding yang tersusun dari buku-buku. Keren yah? 🙂

Genre buku Horor mendapat area yang cukup luas di museum ini

Secara keseluruhan, seperti biasa, saya kagum dengan perhatian negara ini terhadap kebiasaan membaca. Tempat seperti ini tentunya membangkitkan minat baca orang sedari kecil. Tetapi sayangnya saya menilai museum ini berkesan tua jika dibandingkan dengan museum Miffy / Nijntje yang kami kunjungi di bulan sebelumnya. (Cerita museum Miffy disini). Bagi Martin pun lebih berkesan museum Nijntje karena itu yang masih dia sebut hingga sekarang.

Jadi, saya merekomendasikan Anda untuk mengunjungi museum ini jika belum pernah. Tetapi kami tidak tertarik untuk berkunjung lagi dalam waktu dekat. Mungkin nanti ketika Martin berusia 6 tahun ke atas dan sudah fasih berbahasa lokal.

Alamat dan jam buka disini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s