Kekaguman akan Pentingnya Baca Buku bagi Orang Belanda

Sudah lebih dari dua tahun saya tinggal di Negeri Kincir Angin, tetapi rasa kagum dengan negara maju masih terus saya alami. Kali ini tentang memupuk kecintaan terhadap buku bagi anak-anak. Pantas saja kebiasaan baca buku di negeri ini jauh lebih tinggi dari di Indonesia.

Pertama, beberapa bulan setelah Martin, anak pertama kami, lahir, kami mendapat surat dari kantor Balai Kota untuk mengambil hadiah buat Martin di perpustakaan lokal. Ketika saya datang ke perpustakaan, satu koper imut berisi buku-buku bayi sudah disiapkan untuk Martin. Tidak hanya itu, ternyata Martin pun mendapatkan keanggotaan gratis di seluruh perpustakaan di kota dimana kami tinggal. Dengan sangat ramahnya, pegawai perpustakaan menjelaskan kepada saya fasilitas yang bisa Martin nikmati sebagai anggota perpustakaan. Itulah pertama kalinya saya tau ada buku-buku bahan kain yang aman dan nyaman untuk bayi serta buku-buku bahan kedap air untuk dibacakan sambil memandikan bayi.

Paket Kado untuk Baby Martin
Paket Kado untuk Baby Martin

Kedua, pada minggu ke-2 bulan Oktober ini di seluruh Belanda diadakan Children Book Week yang kali ini mengangkat tema Membaca bersama Opa dan Oma. Saya tidak tau seberapa sering Children Book Week diadakan di negeri ini. Tetapi yang pasti dalam tahun ini, ini adalah kedua kalinya. Yang saya kaget adalah betapa serempaknya kegiatan ini diadakan. Di semua sekolah dan tempat penitipan anak dibuat sesi dimana Opa/Oma dari murid-murid dipersilahkan datang dan membacakan buku di kelas cucunya. Semua toko buku dan perpustakaan memasang iklan dan memasarkan buku anak-anak. Dan perusahaan kereta api Belanda pun mensponsori kegiatan Children Book Exchange di stasiun utama Amsterdam dimana terdapat 1000 buku yang bisa anak-anak pilih.

Ketiga, sekitar dua minggu sekali saya mengajak Martin main ke perpustakaan. Saya melihat dia senang berada disitu, dan saya pun nyaman menjaganya disitu. Memang Martin lebih banyak lari-lari di antara meja, rak buku, dan tangga. Tetapi setidaknya saya senang bahwa perpustakaan disini child-friendly. Hari ini untuk ke-sekian kalinya saya mengajak Martin ke Perpustakaan Pusat Amsterdam. Dan untuk ke-sekian kalinya pula saya kagum dengan Perpustakaan tersebut. Ruang khusus buku anak-anak sangat luas dengan design yang menarik. Ada bagian yang diperlengkapi dengan sofa dan karpet lembut dimana saya sering melihat banyak orang tua memangku anaknya membacakan buku. Ada juga bagian ‘Dreaming’ dimana terdapat buku-buku fairytale dan magic. Disini anak-anak bisa naik ke atas dan duduk di atas rak sambil membaca buku-buku imajinasi tersebut. Di sisi lain terdapat ruang laboratorium anak untuk kegiatan seperti menggambar dan membuat kerajinan tangan.

Baru saja saya temui siang tadi bahwa di lantai ini juga terdapat teater khusus anak. Teater ini serupa mini auditorium di perguruan tinggi. Memang setiap perpustakaan di Belanda, setau saya, wajib mengadakan kegiatan story telling bagi anak-anak secara rutin. Terakhir, tentu saja, lantai ini juga diperlengkapi dengan toilet khusus anak. Perpustakaan ini sangat child-friendly, bukan?

Dengan besarnya perbedaan ini antara lingkungan saya dan Martin dibesarkan, dalam hal buku, saya berharap Martin bisa jauh lebih menikmati buku dan moga-moga bisa juga memberkati orang lain lewat benda yang satu ini.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s