Cote d’Azur: Another side of France (2)

  1. Monaco. Atraksi wisatanya tidak besar dan sepi. Saya merasa memiliki taman pribadi yang begitu indah dengan pemandangan ke bawah yang memukau. Kita bisa melihat kapal-kapal yang berlabuh di teluk dengan bukit sebagai latarnya. Satu hal yang menarik buat saya adalah berkibarnya bendera merah putih disana. Hmm.. mengingatkan saya akan tanah air.
Monaco
Monaco

Setelah itu kami menanti pukul 12 siang dimana istana melakukan upacara changing guards. Musik, jumlah dan seragam pasukannya memang tidak seheboh changing guards di Istana Buckingham tetapi daripada harus jauh-jauh ke London, changing guards di Monaco sudah cukup menghibur untuk kami sekeluarga.

  1. Antibes. Nah ini adalah kota favorit suami saya dalam perjalanan kali ini. Keunikannya adalah pelabuhan yacht-yacht mewah. Selain itu, Antibes juga memiliki pusat kota yang nyaman untuk pejalan kaki.
Antibes
Antibes
  1. Villefranche. Kalau Antibes itu favorit suami saya, nah Villefranche adalah tempat favorit saya. Kami hanya menyusuri sepanjang pinggir laut yang tidak begitu panjang. Tetapi saya begitu menikmati birunya laut dan langit serta beberapa kapal kecil yang mengapung di atasnya. Rasanya peaceful sekali. Kami pun menyempatkan diri duduk-duduk di salah satu café sambil menyantap breakfast di depan pemandangan seperti foto ini.

Breakfast at Antibes
Breakfast at Antibes

Tidak bersalah rasanya merogoh kocek lebih dalam untuk sarapan mewah ala bule ini untuk sebuah nuansa laut yang tenang dan damai.

  1. Cap Ferrat. Pantainya berbeda dari pantai di kota-kota di atas. Pemandangan jauhnya adalah gunung yang besar dengan laut yang sangat luas. Saya suka tempat ini karena memberi kesan grandiose. Ada banyak vila-vila lux di sini.
Cap Ferrat
Cap Ferrat
  1. Cannes. Keindahannya tidak sebanding dengan ketenarannya. Memang berkesan mahal dari hotel-hotel mewah yang terletak sepanjang pantai dan butik-butik barang branded yang tersebar di pusat kota. Tetapi keindahan pantai Cannes agak mengecewakan jika dibandingkan dengan kepopuleran kota ini sebagai ajang festival film internasional. Namun begitu, disini kami bisa asyik main pasir di pantai. Berbeda dengan Nice dimana pasirnya bertekstur kasar sehingga anak-anak tidak bisa main disitu, pasir di Cannes bertekstur halus dan lembut.
Cannes
Cannes

Masih ada yang menarik seperti desa Eze tetapi kami skip karena konturnya yang berbukit-bukit terlalu berat bagi kami yang traveling dengan batita.

Secara umum, saya mendapat kesan bahwa memang Cote d’Azur ini tempat liburannya warga kelas atas. Satu hal yang disayangkan bagi family traveler seperti kami adalah: semua stasiun kereta di area ini tidak berfungsi lift dan eskalatornya sehingga kami harus angkat stroller turun naik tangga tidak terhitung jumlahnya!

Anyway, I am glad I went there as I saw France other than Paris 😉

 

 

Iklan

4 comments

  1. Permisii..Saya Mau nanya.. apa untuk ke monaco butuh visa selain schengen visa? Dan kalo memang butuh visa lagi gmn untuk dptin nya? Thx..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s