Waktu Terbaik Jalan-jalan ke Eropa

Sepanjang saya amati diskusi di Facebook Group Backpacker International, senang rasanya melihat antusias yang besar dari Indonesian traveller yang ingin jalan-jalan ke Eropa. Bahkan tidak jarang saya pribadi mendapat pertanyaan: “Mas, kapan sih bulan terbaik untuk jalan-jalan ke Eropa?

Sebenarnya semua bulan itu baik untuk wisata, karena tergantung apa yang mau kita lihat dan mungkin tergantung festival tertentu yang ingin kita kunjungi. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi dan keluarga, saya bisa beri beberapa saran sebagai bahan pertimbangan:

1. Temperatur
Kamu tipe traveler yang kuat dingin gak? Nyaman gak kalau jalan-jalan di luar penginapan dalam kondisi dingin. Kalau gak, then Winter is a big NO. Buat kami sekeluarga, waktu yang ideal boleh jadi Spring (Maret – Mei) atau Fall (September – November). Kenapa? Soalnya di dua musim ini temperaturnya relatif mild alias adem. Jalan-jalan di dua musim ini tidak akan terlalu menguras tenaga: Summer banyak keringat, Winter sibuk menggigil kedinginan.

Tapi Winter ke negara-negara Eropa Selatan boleh juga jadi pilihan. COntohnya: kami jalan-jalan ke Lisbon, Portugal waktu Desember 2015. Suhu rata-rata disana 17-18 derajat celcius ketika siang hari. Enak banget untuk explore citynya serasa jalan-jalan di Puncak.

Pantai di Nice, Perancis ketika musim semi
Pantai di Nice, Perancis ketika musim semi


2. Holiday Peak Season in Europe
Tergantung negara yang hendak dituju, secara umum peak season liburan di Eropa itu Summer dan Winter. Jadi kalau pengen lihat salju atau main salju ke Swiss, pas winter, siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Simple Demand & Supply principle. Sama halnya kalau berencana berkunjung ke Eropa untuk menikmati festival musik, yang biasanya diadakan ketika Summer, siap-siap merogoh kocen yang lumayan dalam juga.

Having said that, keuntungan jalan-jalan ketika Summer adalah kita bisa jalan-jalan lebih lama karena matahari masih bersinar terang sampai dia atas jam 9 malam. Dan tentu saja Summer tanpa ice cream akan sangat terasa special bila dihabiskan di Eropa.

Villfranche, Perancis di musim semi
Villfranche, Perancis di musim semi

3. Promo tiket
Nah ini bagian yang bisa jadi terpenting untuk most of Indonesian traveller. Kenapa? Tiket pesawat ke Eropa relatif mahal, simple answer! Sejauh yang saya amati kebanyakan promo tiket pesawat dari Indonesia/Singapore/Malaysia ke Eropa biasanya untuk keberangkatan Spring atau Fall. Mungkin pihak maskapai juga menyesuaikan dengan peak holiday season di Eropa.
Nah semoga beberapa poin di atas bisa membantu kamu yang ingin jalan-jalan ke Eropa untuk menentukan waktu “terbaik” untuk kunjungannya.

PS: kalau ke Amsterdam dan butuh penginapan yang affordable, jangan lupa tengok page kami ya!

Iklan

3 comments

  1. Aku slalu suka winter krn ga kuat panas. Makanya tiap ke negara 4 musim pasti slalu saat winter. Sekali sih pernah ke bulgaria dan serbia pas bulan nov. Dinginnya masih 15 derajat doang wktu itu. Buatku ya mas, kalo dingin msh bisa pake jaket, coat, longjohn dll. Tp kalo panas, g bisa dibikin dingin:p. Trs lg kepalaku srg pusing kalo kena panas

    Suka

  2. Aku slalu pilih winter. Krn memang ga kuat kena panas, pasti pusing, trs ujung2nya sakit traveling di musim panas gitu. Cm sekali sih ngerasain traveling pas musim gugur, wkt ke bulgaria dan serbia kita pilih november. Suhunya msh 15 derajat doang. Tp setelah itu aku slalunya pilih januari ato feb utk jalan2 k negara 4 musim. Buatku, makin dingin, makin bagus utk tubuh 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s